Hari ini sangat melelahkan setelah berlari sejauh mungkin dari hal-hal aneh yang kutemukan dari luar sana. Saat ini saya berada di markas persembunyian yang telah kutemukan satu tahun lalu. Tempat ini mungkin tidak begitu besar, hanya berukuran tiga kali tiga meter cukup untuk menampungku seorang diri dengan berbagai kelengkapan hidup yang memadai. Maaf, aku lupa karena terlalu lelah. Perkenalkan diriku adalah "Patrounus" atau mungkin bisa disebut sebagai "Protector". Sebelum aku berubah menjadi seorang Patrounus, aku dulunya hanya anak sekolah biasa yang memiliki rutinitas kehidupan yang membosankan. Namun, di suatu malam yang terbilang sunyi dari keramaian kota, telah terjadi sesuatu yang mengubah hidupku untuk sekali selamanya. Aku tiba-tiba terbangun dari tidur malamku oleh sebuah suara gelegar yang ada di halaman belakang rumah. Anehnya, hanya aku seorang yang mendengar suara gelegar itu. Aku menatap ayah,ibu, dan saudaraku masih tetap tertidur pulas tanpa sadar bahwa sesuatu yang aneh terjadi. Begitu pula dengan para tetangga. Lampu mereka masih tetap padam dan tak ada tanda-tanda kehidupan. Berjalan menuju sesuatu yang tak kau kenal memang terasa menakutkan, apalagi saat ini dunia dilanda rumor UFO berkeliaran dimana-mana. Bagiku berita UFO itu hanyalah bualan belaka. Dengan sikap pemberani, aku melangkah menuju tempat suara gelagar itu berada. Aku diam dalam sekejap. Aku kaget dan bingung. Apakah aku bermimpi? Tidak. Aku tidak bermimpi. Aku benar-benar mendengar suara gelagar itu dan benar bahwa suaranya berasal dari belakang rumah. Tapi, yang kudapat hanyalah halaman rumput hijau yang kosong. Tak ada satupun kerusakan yang terjadi yang menandakan bahwa adalanya suara bising akibat ledakan ataupun sambaran. Aku berbalik dan tiba-tiba sesosok tubuh tinggi bermata biru langit menyala berdiri di hadapanku. Aku tidak tahu itu siapa dan bahkan dalam sekejap aku berpikir bahwa itu mungkin bukan berasal dari planet ini. Aku berdiam di tempat. Kaki dan tanganku terasa berat seperti batu gunung yang melekat kuat pada tanah. Sosok itu sangat gelap sehingga hanya mata birunya yang dapat kulihat. Tak hanya itu, tangannya yang panjang pun dapat kulihat walaupun samar-samar. Dan sekarang tanganya itu terangkat dan menunjuk dahiku. Aku gemetar dan takut setengah mati. Kini aku telah percaya bahwa sesuatu yang disebut UFO itu memang benar ada. Pikiranku tiba-tiba menjadi kosong dan rasanya dunia ini seperti berputar. Segala hal yang kuketahui bercampur aduk bagaikan milk shake di dalam kepalaku. Aku pusing, mual, dan akhirnya jatuh ke tanah. Mataku mulai redup seperti lampu lima watt. Aku melihat sosok itu pergi menghilang begitu saja. Saat ini aku tidak peduli kemana perginya sosok itu. Aku khawatir akan diriku. Apakah aku akan baik-baik saja? Apakah aku masih hidup? Aku tak sempat berpikir panjang. Tiba-tiba sekujur tubuhku lemas dan aku pun tak sadarkan diri.